M. Alex Suryanto, (22), dan Bahrul Ulum, (19), nampaknya tidak mau belajar dari nasib yang dialami oleh temannya Amir Ardiansyah, (21). Sebab kedua warga Jalan Bulak Banteng Kidul ini masih meneruskan aksi nya sebagai pencuri onderdil mobil berupa radiator. Padahal keduanya sempat tobat dan tidak melakukan aksi mencurinya setlah temannya, Amir tewas dihajar massa seusai melakukan pencurian barang yang sama di Tambak Wedi Barat, pada Minggu (8/5).
Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudo Haryono menjelaskan antara Alek, Bahrul dan Amir memang satu jaringan. Mereka sering mengambil radiator mobil di beberapa kawasan di Bulak Banteng. Menurut Yudo setelah temannya tewas, Alek dan Bahrul sempat tiarap namun beberepa Minggu terakhir mereka kembali melakukan aksinya. “Karena sudah cukup meresahkan, kami pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meng gerebek kedua tersangka di rumah nya masing-masing,” kata AKP Yudo Haryono, Jumat (24/6).http://harga.web.id/tarif-perawatan-gigi-di-dokter-gigi-2014.info
Yudo menjelaskan dari lokasi penggerebekan itu, pihak nya mengamankan barang bukti ratusan kunci berbagai jenis dan ukuran di salah satu rumah kosong yang biasanya digunakan pelaku untuk memutilasi radiator truk hasil curian mereka. “Ukuran radiator mobil truk ini cukup besar, sehingga mereka harus memprotolinya sebelum di jual,” terang polisi dengan tiga balok kuning di pundaknya ini.
Yudho menjelaskan selain Amir, Alek dan Bahrul, komplotan itu terdiri dari lima orang. Biasannya barang dijual di kawasan Endrosono dengan harga Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per ki logramnya,” jelasnya.
Sementara itu,di hadapan penyidik kedua tersangka mengakui jika Amir adalah salah satu komplotannya. Hanya saja waktu itu mereka tidak bersama Amir saat beraksi hingga akhirnya ia tewas dimasaa, . Sementara itu, hasil penjualan radiator tersebut digunakan Alek untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhannya sehari-sehari. “Waktu kami tahu Amir tewas, kami sempat ketakutan dan tidak beraksi lagi.
sumber: radar surabaya
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juni 2016
UN habitat satu bulan lagi, pemkot surabaya mulai siapkan akomodasi
SURABAYA– Konferensi internasional Prepatory Commite (Prepcom) III for UN Habitat 3 akan berlangsung satu bulan lagi di Surabaya.
Salah satu persiapan adalah dari sesi keamanan dan akomodasi.Untuk mendukung itu, 300 sopir akan dilakukan screening untuk keamanan dan kenyamanan tamu delegasi dari berbagai negara tersebut.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, persiapan harus dilakukan sedetail mungkin, khusus nya kemanan dan akomodasi. Karena itu, untuk akomodasi pemkot akan menjemput delegasi dari bandara menuju hotel tempat mereka menginap. Kemudian, dari hotel menuju ke venue acara. http://harga.web.id/spesifikasi-dan-harga-terbaru-mesin-fotokopi-canon-np-6030.info
Oleh sebab itu, sopir yang nantinya mengantar jemput para delegasi ini bukan sopir sembarangan. Mereka adalah sopir dengan kemampuan serta integritas tinggi. Karena sopir adalah salah satu bagian dari penga manan.“Kami sudah siapkan liason officer (LO),
nanti sekitar 300 sopir sudah didaftarkan kekorem untuk di screening agar diketahui kredibilitasnya,” ujar Risma, sapaan akrab wali kota Surabaya, usairapat koordinasi dengan pengusaha hotel di Balai Kota Surabaya, Jumat (24/6).
Selain itu, Risma memaparkan akan ada personel dari Pemkot yang berjaga di hotel. Pihak hotel tidak ikut menanggung kebutuhan mereka. “Akan ada petugas yang stay di hotel. Untuk kebutuhan operasional dan makan mereka ditanggung oleh pemkot. Hotel nggak usah bayar. Kami hanya butuh data bila ada tamu delegasi yang langsung datang ke hotel,” sambung wali kota perempuan per tama Pemkot Surabaya ini.
sumber: radar surabaya
Salah satu persiapan adalah dari sesi keamanan dan akomodasi.Untuk mendukung itu, 300 sopir akan dilakukan screening untuk keamanan dan kenyamanan tamu delegasi dari berbagai negara tersebut.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, persiapan harus dilakukan sedetail mungkin, khusus nya kemanan dan akomodasi. Karena itu, untuk akomodasi pemkot akan menjemput delegasi dari bandara menuju hotel tempat mereka menginap. Kemudian, dari hotel menuju ke venue acara. http://harga.web.id/spesifikasi-dan-harga-terbaru-mesin-fotokopi-canon-np-6030.info
Oleh sebab itu, sopir yang nantinya mengantar jemput para delegasi ini bukan sopir sembarangan. Mereka adalah sopir dengan kemampuan serta integritas tinggi. Karena sopir adalah salah satu bagian dari penga manan.“Kami sudah siapkan liason officer (LO),
nanti sekitar 300 sopir sudah didaftarkan kekorem untuk di screening agar diketahui kredibilitasnya,” ujar Risma, sapaan akrab wali kota Surabaya, usairapat koordinasi dengan pengusaha hotel di Balai Kota Surabaya, Jumat (24/6).
Selain itu, Risma memaparkan akan ada personel dari Pemkot yang berjaga di hotel. Pihak hotel tidak ikut menanggung kebutuhan mereka. “Akan ada petugas yang stay di hotel. Untuk kebutuhan operasional dan makan mereka ditanggung oleh pemkot. Hotel nggak usah bayar. Kami hanya butuh data bila ada tamu delegasi yang langsung datang ke hotel,” sambung wali kota perempuan per tama Pemkot Surabaya ini.
sumber: radar surabaya
Raperda pemantauan dan pengolahan limbah kota Surabaya
Draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemantauan dan Pengolahan Limbah Cair di Surabaya dinyatakan telah rampung. Kini draft tersebut tinggal menunggu fasilitasi dari Gubernur Jatim Soekarwo untuk disetujui dan ditindak lanjuti. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Limbah Cair Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sura baya Pertiwi Ayu Khrisna, Jumat (24/6). http://harga.web.id/daftar-harga-jam-tangan-murah-casio-g-shock.info
“Sudah selesai dan sudah kami serahkan ke provinsi kemarin, semoga Pak Gubernur menyetujui,” ujarnya. Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menambahkan, bahwa pembuatan draft Raperda tersebut memang tidak membutuhkan waktu lama. Pansus yang semula di beri waktu sekitar 15 hari untuk menyelesaikan draft tersebut, dapat terselesaikan hanya dalam waktu sembilan hari.
Ayu menjelaskan, dalam rancangan Raperda tersebut, berisi tentang pengawasan terhadap pembuangan limbah domestik atau rumah tangga. Bagi masya rakat atau instansi yang nantinya melanggar Perda ini akan mendapatkan sanksi. Maka akan ada pengawasan siapa atau peru sahaan mana saja yang sering membuang limbah atau memanipulasi pengolahan. Oleh sebab itu, lanjut dia, komisi A telah melakukan pengumpulan data. Termasuk sidak lapangan di sejumlah pabrik, bangunan apartemen, dan rumah di sekitar bantaran kali. “Karena Pemkot Surabaya butuh sekali (Raperda) ini untuk segera diterapkan,” kata Ayu
sumber: radar surabaya
“Sudah selesai dan sudah kami serahkan ke provinsi kemarin, semoga Pak Gubernur menyetujui,” ujarnya. Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menambahkan, bahwa pembuatan draft Raperda tersebut memang tidak membutuhkan waktu lama. Pansus yang semula di beri waktu sekitar 15 hari untuk menyelesaikan draft tersebut, dapat terselesaikan hanya dalam waktu sembilan hari.
Ayu menjelaskan, dalam rancangan Raperda tersebut, berisi tentang pengawasan terhadap pembuangan limbah domestik atau rumah tangga. Bagi masya rakat atau instansi yang nantinya melanggar Perda ini akan mendapatkan sanksi. Maka akan ada pengawasan siapa atau peru sahaan mana saja yang sering membuang limbah atau memanipulasi pengolahan. Oleh sebab itu, lanjut dia, komisi A telah melakukan pengumpulan data. Termasuk sidak lapangan di sejumlah pabrik, bangunan apartemen, dan rumah di sekitar bantaran kali. “Karena Pemkot Surabaya butuh sekali (Raperda) ini untuk segera diterapkan,” kata Ayu
sumber: radar surabaya
Sabtu, 21 Mei 2016
Koes Plus Bakal Ramiakan Festival Kenjeran
Festival Kenjeran yang dihelat di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Sabtu (21/5), bakal menawarkan kemeriahan mulai pagi, petang hingga malam. Serangkaian kegiatan disiapkan untuk memperingati Hari Jadi Kota Pahlawan (HJKS) ke 723.
Berpijak pokok pokok pikiran DPRD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya menggelar konser musik, menampilkan band legendaris, Koes Plus. Tampilan Koes Plus yang dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB akan diawali tampilan musik Koes Plusan oleh band yang dipimpin drg. Wina Untung, salah seorang dokter spesialis gigi di RSU dr Mohammad Soewandhie, rumah sakit milik Pemkot Surabaya. http://harga.web.id/tarif-paket-sms-dan-telepon-xl-terbaru-2015.info
Tampilan Koes Plus bakal menjadi penutup rangkaian acara Festival Kenjeran. Namun sebelumnya, di hari yang sama digelar lomba band pelajar. Ada 20 grup band ambil bagian meramaikan Festival Kenjeran. Bersamaan acara itu, di THP Kenjeran ada perhelatan lain yang tidak kalah spektakuler. Apa itu? Mangan Iwak Bareng Nang Kenjeran, dilaksanakan warga serta lintas elemen yang tergabung dalam Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek (RAR).
Ketua Panitia Festival Kenjeran Riswanto mengatakan, acara ini bukan sebatas menggiring warga untuk gemar makan ikan. Lebih dari itu, untuk lebih memberdayakan nelayan Kenjeran. Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menyebut 2 ton ikan yang di beli dari nelayan disiapkan untuk memeriahkan Mangan Iwak Bareng Nang Kenjeran.
Ketua DPRD Surabaya Armuji menambahkan, Festival Band dan Koes Plus merupakan pokok-pokok pikiran DPRD Surabaya yang ditindak lanjuti Disbudpar. “Kami ingin kerinduan pecinta Koes Plus akan band yang menjadi idolanya bisa terobati. Terkait pertunjukan musik, pokok-pokok pikiran DPRD juga menggagas tampilnya grup musik The Gembells, akan digelar dalam waktu dekat. Panggungnya di tengah Kalimas. Syair-syair The Gem bells menggambarkan tentang Surabaya. Salah satunya yang berjudul Balada Kalimas,” kata Armuji.
sumber: radar surabaya
Berpijak pokok pokok pikiran DPRD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya menggelar konser musik, menampilkan band legendaris, Koes Plus. Tampilan Koes Plus yang dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB akan diawali tampilan musik Koes Plusan oleh band yang dipimpin drg. Wina Untung, salah seorang dokter spesialis gigi di RSU dr Mohammad Soewandhie, rumah sakit milik Pemkot Surabaya. http://harga.web.id/tarif-paket-sms-dan-telepon-xl-terbaru-2015.info
Tampilan Koes Plus bakal menjadi penutup rangkaian acara Festival Kenjeran. Namun sebelumnya, di hari yang sama digelar lomba band pelajar. Ada 20 grup band ambil bagian meramaikan Festival Kenjeran. Bersamaan acara itu, di THP Kenjeran ada perhelatan lain yang tidak kalah spektakuler. Apa itu? Mangan Iwak Bareng Nang Kenjeran, dilaksanakan warga serta lintas elemen yang tergabung dalam Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek (RAR).
Ketua Panitia Festival Kenjeran Riswanto mengatakan, acara ini bukan sebatas menggiring warga untuk gemar makan ikan. Lebih dari itu, untuk lebih memberdayakan nelayan Kenjeran. Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menyebut 2 ton ikan yang di beli dari nelayan disiapkan untuk memeriahkan Mangan Iwak Bareng Nang Kenjeran.
Ketua DPRD Surabaya Armuji menambahkan, Festival Band dan Koes Plus merupakan pokok-pokok pikiran DPRD Surabaya yang ditindak lanjuti Disbudpar. “Kami ingin kerinduan pecinta Koes Plus akan band yang menjadi idolanya bisa terobati. Terkait pertunjukan musik, pokok-pokok pikiran DPRD juga menggagas tampilnya grup musik The Gembells, akan digelar dalam waktu dekat. Panggungnya di tengah Kalimas. Syair-syair The Gem bells menggambarkan tentang Surabaya. Salah satunya yang berjudul Balada Kalimas,” kata Armuji.
sumber: radar surabaya
UN Habitat Akan Diselenggarakan Di Surabaya
Usai sepekan melawat ke New York, Amerika Serikat, Jumat (21/5) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan penataan di kampung Kejawan lor, Bulak. Sebanyak 350 rumah di kampung nelayan itu dicat dengan aneka warna. Bahkan, Risma ikut mengecat dinding rumah nelayan dengan warna hijau. Hal itu dilakukan sebagai persiapan kunjungan 6.000 orang dari 183 negara pada Prepcom 3 for UN Habitat pada Juli mendatang
Kegiatan itu bukan hanya dilakukan oleh pegawai pemkot melainkan kerja bakti dari seluruh warga setempat. Jajaran rumah yang dilakukan pengecatan adalah mulai jalan Kejawan Lor, masuk ke dalam hingga kampung dalam.
Bukan hanya itu di kampung ini juga sudah ada sentuhan penataan, jalan di kampung itu sudah tidak berupa tanah, http://harga.web.id/cek-tarif-telpon-im3-dan-cara-pendaftaran-paket.info tapi sudah rapi dipasang dengan paving. Penataan itu dengan aliran dana dari APBD. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan penataan kampong nelayan ini memang harus segera di la kukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup warga kampung nelayan.
“Mereka ini harus kami angkat derajatnya, saya ingin mereka terus ada di status middle low tapi harus diangkat kemiddle up . Mereka itu kerja dari malam di laut, tapi dijual hanya dua ribuan, kan sayang,” kata Risma.
Wanita yang juga mantan kepala Bappeko itu menuturkan, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membawa pembeli yang berstatus middle up ke kampung nelayan ini. Supaya mereka bisa membeli hasil tangkapan dan hasil olahannya dengan harga yang lebih tinggi pula. Oleh sebab itu dijelaskan Risma bahwa pemkot harus bekerja keras untuk melakukan penataan. Ibu dua anak ini mengatakan, saat di New York kemarin pihaknya sudah memaparkan konsep perkotaan yang ada di Surabaya.
Dalam kesempa tan itu, pihaknya juga sempat ngobrol dengan Wali Kota Barcelona. Dari diskusi itu banyak negara yang meminta persoalan perkotaan diselesaikan semua oleh PBB. Kalau hanya mengandalkan PBB, tentunya tidak akan bisa mengatasi.
“Makanya sebenarnya kita bisa menyele saikannya sendiri. Kita bisa mengatasi masalah itu dengan masyarakat, asalkan warga masyarakat paham arah pembangunan. Dan mereka harus dipahamkan menghidupkan wisata itu bukan hanya tampilannya saja, tapi juga masyarakat nya dibenarnya mindset nya,” tegas Risma.
Saat di forum itu, turut di sampaikan bahwa kemungkinan tamu yang akan datang di Surabaya akan membeludak lebih banyak dibandingkan rencana awal. Mulanya tamu yang diperkirakan datang hanya 2.500 orang. Lalu bertambah menjadi 4.000 orang. Tapi dari forum itu disampaikan lagi jumlah peserta akan naik hingga 6.000 orang. Oleh sebab itu Surabaya juga diminta untuk mempersiapkan.
Tidak hanya itu, Risma mengatakan forum PBB itu juga mewanti Risma untuk bersiap untuk ke mungkinan terburuk ajang UN Habitat akhir tahun nanti tidak akan diselenggarakan di Quito, Equador.
Tapi bisa diselenggarakan di Surabaya. “Ini karena di Equador baru saja kena bencana, jadi mereka sepertinya kurang siap. Bahkan pejabat penting PBB saja mau nya datang di Surabaya. Kemungkinan terburuknya UN Habitat juga diselenggarakan di Surabaya,” pungkas Risma.
sumber: radar surabaya
Kegiatan itu bukan hanya dilakukan oleh pegawai pemkot melainkan kerja bakti dari seluruh warga setempat. Jajaran rumah yang dilakukan pengecatan adalah mulai jalan Kejawan Lor, masuk ke dalam hingga kampung dalam.
Bukan hanya itu di kampung ini juga sudah ada sentuhan penataan, jalan di kampung itu sudah tidak berupa tanah, http://harga.web.id/cek-tarif-telpon-im3-dan-cara-pendaftaran-paket.info tapi sudah rapi dipasang dengan paving. Penataan itu dengan aliran dana dari APBD. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan penataan kampong nelayan ini memang harus segera di la kukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup warga kampung nelayan.
“Mereka ini harus kami angkat derajatnya, saya ingin mereka terus ada di status middle low tapi harus diangkat kemiddle up . Mereka itu kerja dari malam di laut, tapi dijual hanya dua ribuan, kan sayang,” kata Risma.
Wanita yang juga mantan kepala Bappeko itu menuturkan, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membawa pembeli yang berstatus middle up ke kampung nelayan ini. Supaya mereka bisa membeli hasil tangkapan dan hasil olahannya dengan harga yang lebih tinggi pula. Oleh sebab itu dijelaskan Risma bahwa pemkot harus bekerja keras untuk melakukan penataan. Ibu dua anak ini mengatakan, saat di New York kemarin pihaknya sudah memaparkan konsep perkotaan yang ada di Surabaya.
Dalam kesempa tan itu, pihaknya juga sempat ngobrol dengan Wali Kota Barcelona. Dari diskusi itu banyak negara yang meminta persoalan perkotaan diselesaikan semua oleh PBB. Kalau hanya mengandalkan PBB, tentunya tidak akan bisa mengatasi.
“Makanya sebenarnya kita bisa menyele saikannya sendiri. Kita bisa mengatasi masalah itu dengan masyarakat, asalkan warga masyarakat paham arah pembangunan. Dan mereka harus dipahamkan menghidupkan wisata itu bukan hanya tampilannya saja, tapi juga masyarakat nya dibenarnya mindset nya,” tegas Risma.
Saat di forum itu, turut di sampaikan bahwa kemungkinan tamu yang akan datang di Surabaya akan membeludak lebih banyak dibandingkan rencana awal. Mulanya tamu yang diperkirakan datang hanya 2.500 orang. Lalu bertambah menjadi 4.000 orang. Tapi dari forum itu disampaikan lagi jumlah peserta akan naik hingga 6.000 orang. Oleh sebab itu Surabaya juga diminta untuk mempersiapkan.
Tidak hanya itu, Risma mengatakan forum PBB itu juga mewanti Risma untuk bersiap untuk ke mungkinan terburuk ajang UN Habitat akhir tahun nanti tidak akan diselenggarakan di Quito, Equador.
Tapi bisa diselenggarakan di Surabaya. “Ini karena di Equador baru saja kena bencana, jadi mereka sepertinya kurang siap. Bahkan pejabat penting PBB saja mau nya datang di Surabaya. Kemungkinan terburuknya UN Habitat juga diselenggarakan di Surabaya,” pungkas Risma.
sumber: radar surabaya
Jumat, 01 April 2016
Energi baru dan terbarukan untuk tenaga listrik
Pemerintah terus berusaha memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber listrik. Pemanfaatan EBT ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengatakan, setidaknya pemanfaatan EBT bisa mencapai 20 persen dari pembangkit listrik yang ada. “Potensi EBT untuk listrik sangat besar. Bahkan bisa mencapai 350.000 MW. Karena itulah, kami akan terus mendorong agar pemanfaatan EBT bisa lebih banyak, atau berkontribusi hingga 20 persen dari kapasitas listrik nasional,” ujarnya ketika ditemui dalam acara seminar Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Pemanfaatan EBT di Surabaya, kemarin (31/3). http://www.juandaairport.com/2015/11/bmkg-juanda-surabaya.html
Ia menambahkan, pihak nya siap mengembangkan pembangkit listrik EBT dengan skala besar hingga 5.000 MW. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini, kebanyakan pembangkit listrik EBT hanya digunakan sebagai pilot projek dan tidak dioperasikan. “Dengan begitu, tentu akan menarik minat investasi asing. Selain itu juga bisa menjadi jaminan keberadaannya yang akan terus di pelihara dibanding dengan investasi dalam skala yang lebih kecil,” bebernya.
“Indonesia membutuhkan Rp 260 triliun untuk reformasi energi. Termasuk subsidi bagi pembangkit dengan EBT dan pengembangan listrik di pulau terpencil,” ungkap Said. Saat ini Indonesia baru meman faatkan energi listrik dari EBT di kisaran 6 7 persen dari total kapasitas listrik nasional sebesar 57.000 Megawatt (MW).
Terpisah Kepala Humas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Ahmad Zaenal Arifin mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki bioetanol sebagai sumber energi terbarukan. “Dari tetes tebu itu di Mojokerto itu, PTPN X mampu meng hasilkan 100 kilo liter energi,” ujarnya. Selain itu, PTPN X juga membangun pabrik pembangkit listrik yang meman faatkan energi dari ampas tebu. Saat ini sudah ada tiga tempat untuk memproduksi listrik, yakni di Ngadirejo (Kediri), Gempolkerep (Mojokerto), dan Jombang. “Dari ketiga tempat itu, ka mi bisa menghasilkan energi listrik sebesar 50 MW.
Rincinannya, 20 MW dari Ngadirejo, 20 MW dar Gempolkerep dan 10 MW dari pembangkit yang ada di Jombang,” ungkapnya. Dari hasil tersebut, PTPN X akan terus melakukan pengembangan.
sumber: radar surabaya
Ia menambahkan, pihak nya siap mengembangkan pembangkit listrik EBT dengan skala besar hingga 5.000 MW. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini, kebanyakan pembangkit listrik EBT hanya digunakan sebagai pilot projek dan tidak dioperasikan. “Dengan begitu, tentu akan menarik minat investasi asing. Selain itu juga bisa menjadi jaminan keberadaannya yang akan terus di pelihara dibanding dengan investasi dalam skala yang lebih kecil,” bebernya.
“Indonesia membutuhkan Rp 260 triliun untuk reformasi energi. Termasuk subsidi bagi pembangkit dengan EBT dan pengembangan listrik di pulau terpencil,” ungkap Said. Saat ini Indonesia baru meman faatkan energi listrik dari EBT di kisaran 6 7 persen dari total kapasitas listrik nasional sebesar 57.000 Megawatt (MW).
Terpisah Kepala Humas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Ahmad Zaenal Arifin mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki bioetanol sebagai sumber energi terbarukan. “Dari tetes tebu itu di Mojokerto itu, PTPN X mampu meng hasilkan 100 kilo liter energi,” ujarnya. Selain itu, PTPN X juga membangun pabrik pembangkit listrik yang meman faatkan energi dari ampas tebu. Saat ini sudah ada tiga tempat untuk memproduksi listrik, yakni di Ngadirejo (Kediri), Gempolkerep (Mojokerto), dan Jombang. “Dari ketiga tempat itu, ka mi bisa menghasilkan energi listrik sebesar 50 MW.
Rincinannya, 20 MW dari Ngadirejo, 20 MW dar Gempolkerep dan 10 MW dari pembangkit yang ada di Jombang,” ungkapnya. Dari hasil tersebut, PTPN X akan terus melakukan pengembangan.
sumber: radar surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)