SURABAYA - Duet pelaku perampasan yang pelakunya Anak Baru Gede (ABG) berhasil dibongkar anggota Crime Hunter Polsek Genteng. Mereka adalah SP, 17 dan IA, 16, berhasil diamankan setelah menjambret sepasang kekasih di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, Kamis (23/6) Malam. http://harga.web.id/info-tarif-kamar-hotel-santika-premiere-malang.info
Tersangka ditangkap setelah korbannya melawan dan pelaku kabur sambil meninggalkan motor yang digunakan sebagai sarana kejahatannya. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti (BB) sebuah tas berisi sejumlah uang milik korban, Cloudia (16), warga Jalan Jemursari. Kejadian ini berawal saat SP, 17 warga Jalan Ngaglik dan IA, 16, asal Jalan Panjang Jiwo itu menjambret tas yang berisi sejumlah uang milik Claudia, di Jalan Kusuma Bangsa. Saat sedang melintas pelan bersama sang kekasih, dua pelaku tiba-tiba memepet korban dari bela kang kemudian menggasak tas yang diselempang Claudia. “Para tersangka ini usai merampas tas di Jalan Kusuma Bangsa persinya di depan rumah makan Ikan Bakar Mataram,” kata Kapolsek Genteng Kompol Danny Yulianto, Jumat (24/6) kemarin.
Mantan Kapolsek Jambangan ini menambahkan, sebelum beraksi menjambret, kedua tersangka meminjam motor milik tetangga kosnya dengan alasan akan dipakai mencari makan. Ternyata itu hanya akal bulus kedua tersangka sebab tanpa diketahui pemiliknya, motor Suzuki Satria tersebut dipakai untuk menjambret.
Tersangka yang masih dibawah umur itu rupanya tak menduga korbannya punya nyali untuk mengejar pelaku. Usai merampas tas, tersangka menggeber motor ke Jalan Kanginan hingga akhir nya terpojok dan melewati gang sempit dan rel kereta api yang tak bisa dilintasi roda dua. “Karena tidak bisa dilewati. Para tersangka ini panik dan meninggalkan motor nya,” terang perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini. Nah, dari motor sarana yang ditinggalkan tersebut akhirnya identitas kedua pelaku terkuak. Sebab setelah ditelusuri, motor tersebut ternyata milik tetangga kos tersangka. Dari sinilah dike tahui motor itu, dipinjam oleh tersang ka untuk dipakai jambret.
sumber: radar surabaya
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juni 2016
Komplotan pencuri radiator di surabaya diamankan petugas
M. Alex Suryanto, (22), dan Bahrul Ulum, (19), nampaknya tidak mau belajar dari nasib yang dialami oleh temannya Amir Ardiansyah, (21). Sebab kedua warga Jalan Bulak Banteng Kidul ini masih meneruskan aksi nya sebagai pencuri onderdil mobil berupa radiator. Padahal keduanya sempat tobat dan tidak melakukan aksi mencurinya setlah temannya, Amir tewas dihajar massa seusai melakukan pencurian barang yang sama di Tambak Wedi Barat, pada Minggu (8/5).
Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudo Haryono menjelaskan antara Alek, Bahrul dan Amir memang satu jaringan. Mereka sering mengambil radiator mobil di beberapa kawasan di Bulak Banteng. Menurut Yudo setelah temannya tewas, Alek dan Bahrul sempat tiarap namun beberepa Minggu terakhir mereka kembali melakukan aksinya. “Karena sudah cukup meresahkan, kami pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meng gerebek kedua tersangka di rumah nya masing-masing,” kata AKP Yudo Haryono, Jumat (24/6).http://harga.web.id/tarif-perawatan-gigi-di-dokter-gigi-2014.info
Yudo menjelaskan dari lokasi penggerebekan itu, pihak nya mengamankan barang bukti ratusan kunci berbagai jenis dan ukuran di salah satu rumah kosong yang biasanya digunakan pelaku untuk memutilasi radiator truk hasil curian mereka. “Ukuran radiator mobil truk ini cukup besar, sehingga mereka harus memprotolinya sebelum di jual,” terang polisi dengan tiga balok kuning di pundaknya ini.
Yudho menjelaskan selain Amir, Alek dan Bahrul, komplotan itu terdiri dari lima orang. Biasannya barang dijual di kawasan Endrosono dengan harga Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per ki logramnya,” jelasnya.
Sementara itu,di hadapan penyidik kedua tersangka mengakui jika Amir adalah salah satu komplotannya. Hanya saja waktu itu mereka tidak bersama Amir saat beraksi hingga akhirnya ia tewas dimasaa, . Sementara itu, hasil penjualan radiator tersebut digunakan Alek untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhannya sehari-sehari. “Waktu kami tahu Amir tewas, kami sempat ketakutan dan tidak beraksi lagi.
sumber: radar surabaya
Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudo Haryono menjelaskan antara Alek, Bahrul dan Amir memang satu jaringan. Mereka sering mengambil radiator mobil di beberapa kawasan di Bulak Banteng. Menurut Yudo setelah temannya tewas, Alek dan Bahrul sempat tiarap namun beberepa Minggu terakhir mereka kembali melakukan aksinya. “Karena sudah cukup meresahkan, kami pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meng gerebek kedua tersangka di rumah nya masing-masing,” kata AKP Yudo Haryono, Jumat (24/6).http://harga.web.id/tarif-perawatan-gigi-di-dokter-gigi-2014.info
Yudo menjelaskan dari lokasi penggerebekan itu, pihak nya mengamankan barang bukti ratusan kunci berbagai jenis dan ukuran di salah satu rumah kosong yang biasanya digunakan pelaku untuk memutilasi radiator truk hasil curian mereka. “Ukuran radiator mobil truk ini cukup besar, sehingga mereka harus memprotolinya sebelum di jual,” terang polisi dengan tiga balok kuning di pundaknya ini.
Yudho menjelaskan selain Amir, Alek dan Bahrul, komplotan itu terdiri dari lima orang. Biasannya barang dijual di kawasan Endrosono dengan harga Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per ki logramnya,” jelasnya.
Sementara itu,di hadapan penyidik kedua tersangka mengakui jika Amir adalah salah satu komplotannya. Hanya saja waktu itu mereka tidak bersama Amir saat beraksi hingga akhirnya ia tewas dimasaa, . Sementara itu, hasil penjualan radiator tersebut digunakan Alek untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhannya sehari-sehari. “Waktu kami tahu Amir tewas, kami sempat ketakutan dan tidak beraksi lagi.
sumber: radar surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)