Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

pelaku jambret di jl. kusuma bangsa surabaya ditangkap

SURABAYA - Duet pelaku perampasan  yang  pelakunya Anak  Baru  Gede  (ABG)  berhasil dibongkar anggota Crime Hunter  Polsek  Genteng.  Mereka adalah SP, 17 dan IA, 16, berhasil  diamankan  setelah menjambret sepasang kekasih di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, Kamis (23/6) Malam. http://harga.web.id/info-tarif-kamar-hotel-santika-premiere-malang.info
Tersangka ditangkap setelah korbannya   melawan   dan pelaku kabur sambil meninggalkan motor yang digunakan sebagai sarana kejahatannya. Dari  tangan  kedua  pelaku, polisi  menyita  barang  bukti (BB) sebuah tas berisi sejumlah uang  milik  korban,  Cloudia (16), warga Jalan Jemursari. Kejadian  ini  berawal  saat SP, 17 warga Jalan Ngaglik dan IA, 16, asal Jalan Panjang Jiwo itu menjambret tas yang berisi  sejumlah  uang  milik Claudia,  di  Jalan  Kusuma Bangsa. Saat sedang melintas pelan bersama sang kekasih, dua pelaku tiba-tiba memepet korban dari bela kang kemudian menggasak tas yang diselempang Claudia. “Para  tersangka  ini  usai merampas tas di Jalan Kusuma Bangsa persinya di depan rumah makan Ikan Bakar Mataram,” kata Kapolsek Genteng Kompol Danny Yulianto, Jumat (24/6) kemarin.
Mantan  Kapolsek  Jambangan  ini  menambahkan, sebelum beraksi menjambret, kedua tersangka meminjam motor milik tetangga kosnya dengan alasan akan dipakai mencari makan. Ternyata  itu  hanya  akal bulus kedua tersangka sebab tanpa diketahui pemiliknya, motor Suzuki Satria tersebut dipakai untuk menjambret.
 Tersangka   yang   masih dibawah umur itu rupanya tak menduga  korbannya  punya nyali untuk mengejar pelaku. Usai merampas tas, tersangka menggeber  motor  ke  Jalan Kanginan  hingga  akhir nya terpojok  dan  melewati  gang sempit dan rel kereta api yang tak bisa dilintasi roda dua. “Karena  tidak  bisa  dilewati.  Para  tersangka  ini panik dan meninggalkan motor nya,” terang perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini.  Nah,  dari  motor  sarana yang  ditinggalkan  tersebut akhirnya identitas kedua pelaku terkuak. Sebab setelah ditelusuri, motor tersebut ternyata milik tetangga kos tersangka. Dari sinilah dike tahui motor itu, dipinjam oleh tersang ka untuk dipakai jambret.

sumber: radar surabaya

Komplotan pencuri radiator di surabaya diamankan petugas

M. Alex Suryanto, (22), dan Bahrul Ulum, (19), nampaknya tidak mau belajar dari nasib yang dialami oleh temannya Amir Ardiansyah, (21). Sebab kedua warga Jalan Bulak Banteng Kidul ini masih  meneruskan  aksi nya sebagai pencuri onderdil mobil berupa radiator. Padahal keduanya sempat tobat dan tidak melakukan aksi  mencurinya  setlah  temannya, Amir tewas dihajar massa  seusai  melakukan pencurian barang yang sama di Tambak  Wedi  Barat, pada Minggu (8/5). 
Kanit   Reskrim   Polsek Kenjeran  Ajun  Komisaris Polisi (AKP) Yudo Haryono menjelaskan  antara  Alek, Bahrul  dan  Amir  memang satu jaringan. Mereka sering mengambil radiator mobil di beberapa kawasan di Bulak Banteng.   Menurut   Yudo setelah   temannya   tewas, Alek dan Bahrul sempat tiarap namun beberepa Minggu terakhir  mereka  kembali melakukan aksinya. “Karena  sudah  cukup  meresahkan, kami pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meng gerebek kedua tersangka di rumah nya masing-masing,”  kata  AKP Yudo Haryono, Jumat (24/6).http://harga.web.id/tarif-perawatan-gigi-di-dokter-gigi-2014.info
 Yudo   menjelaskan   dari lokasi penggerebekan itu, pihak nya mengamankan barang bukti ratusan kunci berbagai jenis dan ukuran di salah satu rumah  kosong  yang  biasanya digunakan pelaku untuk memutilasi radiator truk hasil curian mereka. “Ukuran radiator mobil truk ini  cukup  besar,  sehingga mereka harus memprotolinya sebelum di jual,” terang polisi dengan tiga balok kuning di pundaknya ini.
 Yudho menjelaskan selain Amir, Alek dan Bahrul, komplotan  itu  terdiri  dari  lima orang. Biasannya barang dijual  di  kawasan  Endrosono dengan  harga  Rp  40  ribu  sampai  Rp  60  ribu  per ki logramnya,” jelasnya.
Sementara itu,di hadapan penyidik  kedua  tersangka mengakui jika Amir adalah salah  satu  komplotannya. Hanya saja waktu itu mereka tidak  bersama  Amir  saat beraksi  hingga  akhirnya  ia tewas dimasaa, . Sementara itu, hasil penjualan radiator tersebut   digunakan   Alek untuk membayar hutang dan memenuhi   kebutuhannya sehari-sehari. “Waktu kami tahu   Amir   tewas,   kami sempat ketakutan dan tidak beraksi lagi.

sumber: radar surabaya