Kain perca sisa bahan baju, khususnya untuk busana gaun dengan bahan organza atau tule, terkadang tidak diman faatkan lagi dan dibuang begitu saja. Padahal jika dimanfaatkan dan dikreasikan dengan baik dapat menjadi produk cantik dan bernilai.
Seperti yang dilakukan oleh Cheryl Candra, desainer baju anak-anak ini me manfaatkan kain perca dari proses pembuatan baju anak-anak untuk diubah menjadi aksesori.
Walaupun dari kain perca akan tetapi tampak cantik dan menarik karena di kreasikan dengan bahan lain dan dengan teknik khusus. Hasilnya, head piece atau aksesori kepala cantik berbagai macam bentuk yang dapat menjadi pelengkap busana. Seperti bandana, sirkam, penjepit rambut, ikat kepala hingga topi yang tampak cantik dan menyempurnakan penampilan.
“Awalnya dulu belum kepikiran kain perca mau diapakan, jadi banyak dibuangnya. Namun, lama- lama sayang juga masih bagus dan cukup lebar untuk dibuat barang-barang kecil. Akhirnya, saya mencoba untuk dibuat head piece,” terang dia di butik Cheryl Kids Fashion di kawasan Lidah, Jumat (24/6).
Di jelaskan Cheryl, bahan- bahan yang digunakan un tuk kreasi head piece tersebut seperti kain, mutiara, swarowski, pita, renda, kain horse hair, dan beberapa barang penunjang seperti kawat, penjepit, lem, dan lain sebagainya. Tidak ada patokan dalam pembuatan bentuk, Cheryl hanya berkreasi sesuai dengan kreativitasnya dan modifikasi bahan. http://harga.web.id/bni-internet-banking-solusi-kemudahan-transaksi-perbankan-untuk-nasabah-bank-bni-kapanpun-dimanapun.info
“Cara membuatnya mudah, awalnya saya buat seder hana, namun lama kelamaan semakin terasah kemam puan saya,” ujarnya. Dengan bahan dasar kain perca tersebut, Cheryl mampu mengurangi pembuangan sampah dan mengkreasikan menjadi lebih bernilai. Untuk beberapa teknik yang sudah di kembangkan seperti penggunaan lilin khusus untuk merangkai bahan sehingga memberi efek keras. Proses bordir juga dilakukan untuk mem pertegas bentuk yang ingin di tampilkan dan menjadi lebih kuat dan tahan lama.
sumber: radar surabaya
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juni 2016
Sabtu, 21 Mei 2016
kain Perca di Tangan Arlia Renasvati
Dari selembar kain batik bisa dibuat baju yang indah dan mewah, namun dari proses pemotongan dan penjahitan tersebut meninggalkan sisa kain perca yang terkadang dianggap tidak berharga dan dibuang begitu saja. Padahal, jika diolah dengan kreativitas dan memanfaatkan ide yang unik, kain tersebut masih bisa dimanfaatkan dan dibuat menjadi benda yang bermanfaat dan berharga, salah satunya adalah aksesoris.
Seperti yang dilakukan oleh desainer aksesori Arlia Renasvati. Wanita yang menggeluti dunia fashion bersama teman-temannya ini awalnya melihat sisa kain yang beraneka ragam. Dia pun merasa yang jika kain perca itu dibuang begitu saja. Tetapi sisa lembaran kain tersebut juga terlalu kecil untuk dibuat menjadi sebuah baju. http://harga.web.id/info-paket-terbaru-xl-dengan-tarif-sms-paling-murah.info
Arlia terpikir untuk men desainnya menjadi aksesoris seperti kalung dan bros. Apalagi, kain perca batik memiliki beragam motif dan warna membuatnya bisa berkreasi dan memiliki banyak pilihan. Aksesoris buatan nya tersebut tampak unik dibanding jenis aksesori kebanyakan, hal itu karena bahan yang digunakan murni dari kain batik.
“Karena menggunakan permainan cutting untuk mendapatkan motif dan warna yang menarik dari kain batik sehingga tampilannya berbeda dan tampak etnik tapi modern,” kata Arlia di Batik Galeri The Grand Palace Grand City Surabaya, Jumat (20/5).
Ditambahkan Arlia, se benarnya tidak hanya kain batik yang digunakan untuk membuat aksesori kalung tapi ada juga kain songket dan tenun. Dengan demikian, tampilan dan padu padannya sema kin unik dan menonjolkan kain khas Indonesia.
Nuansa etnik inilah yang sekaligus menjadi ciri khas kalung dan bros rancangan Arlia. “Walaupun menggu nakan kain perca sisa, tapi saya membuat agar tampilan aksesoris ini tidak seadanya dan terlihat cantik. Desain nya juga saya buat agar dapat masuk dan dipadu padankan dengan berbagai tampilan,” imbuhnya.
sumber: radar surabaya
Seperti yang dilakukan oleh desainer aksesori Arlia Renasvati. Wanita yang menggeluti dunia fashion bersama teman-temannya ini awalnya melihat sisa kain yang beraneka ragam. Dia pun merasa yang jika kain perca itu dibuang begitu saja. Tetapi sisa lembaran kain tersebut juga terlalu kecil untuk dibuat menjadi sebuah baju. http://harga.web.id/info-paket-terbaru-xl-dengan-tarif-sms-paling-murah.info
Arlia terpikir untuk men desainnya menjadi aksesoris seperti kalung dan bros. Apalagi, kain perca batik memiliki beragam motif dan warna membuatnya bisa berkreasi dan memiliki banyak pilihan. Aksesoris buatan nya tersebut tampak unik dibanding jenis aksesori kebanyakan, hal itu karena bahan yang digunakan murni dari kain batik.
“Karena menggunakan permainan cutting untuk mendapatkan motif dan warna yang menarik dari kain batik sehingga tampilannya berbeda dan tampak etnik tapi modern,” kata Arlia di Batik Galeri The Grand Palace Grand City Surabaya, Jumat (20/5).
Ditambahkan Arlia, se benarnya tidak hanya kain batik yang digunakan untuk membuat aksesori kalung tapi ada juga kain songket dan tenun. Dengan demikian, tampilan dan padu padannya sema kin unik dan menonjolkan kain khas Indonesia.
Nuansa etnik inilah yang sekaligus menjadi ciri khas kalung dan bros rancangan Arlia. “Walaupun menggu nakan kain perca sisa, tapi saya membuat agar tampilan aksesoris ini tidak seadanya dan terlihat cantik. Desain nya juga saya buat agar dapat masuk dan dipadu padankan dengan berbagai tampilan,” imbuhnya.
sumber: radar surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)