Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

membuat aksesoris dari kain perca

Kain perca sisa bahan baju, khususnya untuk busana gaun dengan bahan  organza  atau  tule, terkadang tidak diman faatkan lagi dan dibuang begitu saja. Padahal jika dimanfaatkan   dan   dikreasikan dengan baik dapat menjadi produk cantik dan bernilai.
Seperti yang dilakukan oleh Cheryl  Candra,  desainer baju anak-anak ini me manfaatkan  kain  perca  dari proses   pembuatan   baju anak-anak  untuk  diubah menjadi aksesori.
Walaupun dari kain perca akan tetapi tampak cantik dan menarik karena di kreasikan  dengan  bahan  lain dan dengan teknik khusus. Hasilnya,  head  piece  atau aksesori kepala cantik berbagai  macam  bentuk  yang dapat  menjadi  pelengkap busana.  Seperti  bandana, sirkam,  penjepit  rambut, ikat kepala hingga topi yang tampak cantik dan menyempurnakan penampilan.
“Awalnya   dulu   belum kepikiran  kain  perca  mau diapakan,  jadi  banyak  dibuangnya.  Namun,  lama- lama  sayang  juga  masih bagus dan cukup lebar untuk dibuat barang-barang kecil. Akhirnya,  saya  mencoba untuk  dibuat  head  piece,” terang  dia  di  butik  Cheryl Kids  Fashion  di  kawasan Lidah, Jumat (24/6).
Di jelaskan Cheryl, bahan- bahan yang digunakan un tuk kreasi  head  piece  tersebut seperti  kain,  mutiara,  swarowski, pita, renda, kain horse hair,  dan  beberapa  barang penunjang  seperti  kawat, penjepit,   lem,   dan   lain sebagainya. Tidak ada patokan  dalam  pembuatan  bentuk, Cheryl hanya berkreasi sesuai dengan kreativitasnya dan modifikasi bahan. http://harga.web.id/bni-internet-banking-solusi-kemudahan-transaksi-perbankan-untuk-nasabah-bank-bni-kapanpun-dimanapun.info
“Cara  membuatnya  mudah, awalnya saya buat seder hana, namun lama kelamaan  semakin  terasah  kemam puan saya,” ujarnya. Dengan bahan dasar kain perca tersebut, Cheryl mampu mengurangi pembuangan sampah dan mengkreasikan menjadi lebih bernilai. Untuk beberapa teknik yang sudah di kembangkan seperti penggunaan  lilin  khusus  untuk merangkai  bahan  sehingga memberi efek keras.  Proses bordir   juga   dilakukan untuk mem pertegas bentuk yang  ingin  di tampilkan dan menjadi lebih kuat dan tahan lama.

sumber: radar surabaya

Sabtu, 21 Mei 2016

kain Perca di Tangan Arlia Renasvati

Dari selembar kain batik bisa dibuat baju yang indah dan mewah, namun dari proses pemotongan dan penjahitan tersebut meninggalkan sisa kain perca yang terkadang  dianggap  tidak berharga dan dibuang begitu  saja.  Padahal,  jika diolah dengan kreativitas dan  memanfaatkan  ide yang  unik,  kain  tersebut masih bisa dimanfaatkan dan dibuat menjadi benda yang   bermanfaat   dan berharga,  salah  satunya adalah aksesoris.
Seperti  yang  dilakukan oleh  desainer  aksesori   Arlia  Renasvati. Wanita yang menggeluti dunia fashion bersama teman-temannya  ini  awalnya  melihat sisa kain yang beraneka ragam. Dia pun merasa  yang jika kain perca itu dibuang  begitu  saja.  Tetapi sisa lembaran kain tersebut juga terlalu kecil untuk dibuat menjadi sebuah baju. http://harga.web.id/info-paket-terbaru-xl-dengan-tarif-sms-paling-murah.info
Arlia terpikir untuk men desainnya menjadi aksesoris seperti  kalung  dan  bros. Apalagi,  kain  perca  batik memiliki beragam motif dan warna  membuatnya  bisa berkreasi   dan   memiliki banyak  pilihan.  Aksesoris buatan nya tersebut tampak unik dibanding jenis aksesori kebanyakan, hal itu karena bahan   yang   digunakan murni dari kain batik.
“Karena  menggunakan permainan  cutting  untuk mendapatkan   motif   dan warna  yang  menarik  dari kain  batik  sehingga  tampilannya berbeda dan tampak etnik tapi modern,” kata Arlia  di  Batik  Galeri  The Grand  Palace  Grand  City Surabaya, Jumat (20/5).
 Ditambahkan Arlia, se benarnya  tidak  hanya  kain batik yang digunakan untuk membuat aksesori kalung  tapi  ada  juga  kain songket dan tenun. Dengan demikian,  tampilan  dan padu  padannya  sema kin unik dan menonjolkan kain khas  Indonesia.
  Nuansa etnik inilah yang sekaligus menjadi  ciri  khas  kalung dan bros rancangan Arlia. “Walaupun menggu nakan kain  perca  sisa,  tapi  saya membuat agar tampilan aksesoris ini tidak seadanya dan terlihat  cantik.  Desain nya juga  saya  buat  agar  dapat masuk dan dipadu padankan dengan  berbagai  tampilan,” imbuhnya.

sumber: radar surabaya